Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 April 2014

2012 Google Adsense Support Bahasa Indonesia

Ditulis oleh Miftahul Fuji Handoko
2012 Google Adsense Support Bahasa Indonesia- 

Google Adsense Support Bahasa Indonesia, Dulu google adsense juga pernah support bahasa indonesia tetapi tidak berjalan lama googla adsense tidak lagi support bahasa indonesia. Alhamdullilah Akhirnya pada awal tahun 2012 ini tibalah juga google benar-benar memastikan bahwa indonesia menjadi salah satu negara yang diijinkan untuk memasang iklan google adsense. Sebenarnya saya juga menanti-nanti berita terpercaya bahasa yang disupport oleh google adsense ini.

Sebagai bukti kepercayaan saya akan berita Google adsense yang telah support bahasa indonesia ini saya mencoba masuk ke pusat layanan google.com yaitu di language adsense support. Terbukti disana bahwa publisher dari indonesia yang ingin memasang iklan adsense sekarang bisa merasa lega dan gak was-was lagi akan masalah banned google adsense. Tapi kita semua harus berhati-hati dan saling menjaga tentunya untuk tidak main blackhat google adsense. Biar semua publisher indonesia sukses dan jangan suka klik bom iklan google adsense orang lain yaw.

Inilah gambar bukti kalu google adsense telah support bahasa indonesia.






Semoga dengan supportnya bahasa indonesia  ini bisa membuat ekonomi masyarakat indonesia makin maju dan para publhiser ngak lagi kesulitan untuk menjadi publisher google adsense.Nantikan berita terbaru setelah postingan google adsense support sudah bahasa indonesia ini.


Jika kalian berfikir saya telah berbohong bahwa google adsense support bahasa indonesia silahkan anda cek di http://support.google.com/adsense/bin/answer.py?hl=en&answer=9727




4.5

Minggu, 01 Desember 2013

Wah! Indonesia termasuk negara Tergelap diDunia


Dari daerah paling gemerlap hingga wilayah paling gelap di muka bumi. Hasil citra satelit menunjukkan peta penggunaan listrik dan konsumsi energi. Indonesia bersama negara dunia ketiga lainnya tertutup kegelapan.

Peta ini dibuat oleh ilmuwan Felix Pharand-DeschÍnes menggunakan data yang dikumpulkan dari citra satelit. Menurut Daily Mail, dia ingin membandingkan negara maju dengan dunia ketiga.

Negara dunia ketiga di Afrika, Amerika Selatan, dan sebagian besar wilayah Asia tampak tertutup kegelapan. Di benua Asia, Jepang menjadi negara yang paling berkilau. Di pusat benua Asia, India, dan Australia jarang terlihat cahaya. Di Afrika, titik-titik cahaya hanya banyak terlihat dari Kairo hingga Nil di Mesir.

Di Indonesia, titik cahaya paling banyak terpusat di Pulau Jawa. Sementara, wilayah Timur Indonesia dikuasai kegelapan. Konsumsi energi di Indonesia tampak tidak merata. Kondisi ini berbanding terbalik dengan negara Barat yang tampak berkilauan karena banyak mengonsumsi energi.

Pada malam hari, London menjadi kota yang paling mengkilap dengan taburan titik cahaya pada peta. Bahkan, konsumsi energi London dapat menyalakan lampu di Irlandia hingga menjadi pertunjukkan cahaya.

Setiap tahun London mengonsumsi energi 150.000 gigawatt per jam. Konsumsi energi ibukota Inggris ini sama dengan konsumsi seluruh negara Portugal dan Yunani. Pihak yang melakukan kampanye penghematan telah memperingatkan bahwa 50 persen populasi Inggris tidak akan bisa melihat bintang pada langit malam karena "dikotori" polusi cahaya ini.  

Citra satelit menunjukkan Inggris dan negara lain di benua Eropa, seperti Paris dan Moskow, banyak mengonsumsi listrik untuk penerangan pada malam hari. Beberapa kota besar menghabiskan energi yang jauh lebih besar sehingga dari angkasa tampak gemerlap.
Amerika Serikat juga boros dalam penggunaan listrik. Wilayah timur di Houston, Texas, dan San Francisco, serta Los Angeles pada wilayah barat menunjukkan polusi cahaya parah. 
Peta dunia yang cantik berkilauan ini menunjukkan bangsa Barat bersalah karena membuang-buang energi. Wilayah ini menimbulkan polusi cahaya dalam skala yang mengejutkan.

Peta konsumsi energi listrik dunia
Secara global, citra satelit ini menunjukkan negara Barat membuang-buang energi sementara wilayah lain berada dalam kegelapan. Ini menunjukkan negara maju yang kaya mengonsumsi energi jauh lebih banyak dibanding negara berkembang. Negara Barat memberikan kontribusi terbesar dalam polusi cahaya.